Hubungan Pembagian Kerja dan Wewenang Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Pada Bank XYZ

Bab Pendahuluan Tugas Akhir / Skripsi Jurusan Akuntansi dengan Judul : Hubungan Pembagian Kerja dan Wewenang Karyawan Terhadap Prestasi Kerja Pada Bank XYZ

Perusahaan pada hakekatanya terdiri dari kumpulan orang-orang  dan peralatan operasionalnya. Sehingga upaya pencapaian tujuan dalam memaksimalkan keuntungan dan berhasil atau tidaknya suatu misi perusahaan untuk mencapai tujuan ditentukan oleh individu-individu yang menjalankan manajemen yang dilaksanakan perusahaan.

Masalah Manajemen itu akan selalu ada bila perusahaan masih menjalankan aktivitasnya. Jadi manajemen sangat penting bagi seorang manajer dalam menentukan otoritas tertinggi untuk menggerakkan karyawan. Agar dapat melakukan  aktivitas atau bekerja secara efektif bagi perusahaan demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Seorang  manajer dalam menggerakkan orang-orang untuk mendapatkan sesuatu haruslah mempunyai ilmu  pengetahuan dan seni, agar orang mau melakukannya. Untuk itulah diperlukan suatu wadah yang dapat menghimpun setiap orang, wadah itulah yang disebut dengan organisasi.

Organisasi  itu sendiri merupakan alat yang  paling berhubungan dengan satuan-satuan kerja, yang diberikan kepada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur wewenang. Sehingga pekerjaan yang akan dilaksanakan dapat dikoordinasikan  oleh perintah para atasan kepada bawahan dari bagian puncak manajemen sampai kebawah dari seluruh unit/bagian.

Perusahaan  yang mempunyai organisasi yang baik dan teratur kemungkinan  besar tidak akan mengalami hambatan-hambatan dalam mengerjakan tugasnya dengan efektif (sebaiknya/semaksimal mungkin). Dan begitu pula sebaliknya bila perusahaan tidak mempunyai organisasi yang baik dan teratur. Sehingga dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan kepada  bawahan akan mengalami hambatan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan  oleh pimpinan kepada bawahan.

Hubungan organisasi itu sangat penting bagi karyawan untuk melakukan tugasnya  sehingga  dapat mencapai efektivitas kerja karyawan yang diinginkan oleh pihak perusahaan,  bila organisasi itu berjalan dengan baik pada perusahaan itu maka  karyawan secara tidak langsung dapat melakukan tugasnya dengan semaksimal mungkin. Sehingga akan berdampak bagi kelangsungan dan perkembangan perusahaan untuk mencapai tujuan dan dapat bersaing  dengan perusahaan lain. Karena itu bagi seorang pimpinan harus mampu untuk menggerakkan   karyawan  dalam melaksanakan pekerjaannya. Disamping  itu juga pemimpin harus dapat mengatasi semua masalah yang ada pada perusahaan tersebut sebaik mungkin.

PT XYZ adalah salah satu badan usaha yang kegiatannya bergerak dibidang  jasa perbankan. Yang berusaha agar tetap hidup dan  berkembang sehingga dapat mencapai tujuan atau keuntungan serta tujuannya yang lain adalah dapat  melayani dan memenuhi keinginan masyarakat sebaik mungkin.

Dalam melaksanakan kegiatannya PT XYZ ini menginginkan agar semua   karyawan dapat melakukan pekerjaan atau tugas dengan  baik. Tapi dalam hal ini PT XYZ masih mengalami suatu masalah atau hambatan yaiu bagian atau  unit kerja Back Office yang mempunyai sub-bagian kliring, bagian kontrol, bagian administrasi kredit, bagian transfer, bagian pajak, bagian deposito, bagian sundris.

Pada bagian  atau unit kerja ini terlihat masih adanya pembagian kerja yang kurang baik, dimana  suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh seorang karyawan bagian administrasi kredit melakukan juga pekerjaan bagian transfer, sehingga  menyebabkan karyawan  tersbeut tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai jadwal yang ditentukan  dan sering terjadi penundaan pekerjaan sehingga bedampak pada lambatanya  pelayanan bagian administrasi kredit pada PT XYZ terhadap nasabah, sehingga nasabah merasa   tidak pusa terhadap  pelayanan tersebut. Ini berarti masih adanya perangkapan pelaksanaan tugas dari pembagian kerja tersebut. Sehingga  fungsi dari organisasi  yang sesungguhnya itu kuag berjalan dengan baik  atau semestinya. Seharusnya bagian  administrasi kredit melakukan tugasnya sendiri dan bagian transfer dilakukan  oleh karyawan tersendiri.   Karena pada masing-masing   tugas memerlukan waktu dan konsentrasi dalam melaksanakan   pekerjaan tersebut selesai secara maksimal. Dengan kata lain karyawan dapat bekerja secara  efektif  bila karyawan melakukan pekerjaan sesuai dengan pembagian kerja yang baik.

Serta masih kurang tegas dan luasnya pimpinan dalam  memberikan pendelegasian wewenang kepada bawahan. Dalam hal ini  pimpinan masih turut campur dalam pelaksanaan pekerjaan. Sehingga manajer operasi pada saat membuat suatu  keputusan tidak dapat membuat keputusan itu sendiri dengan cepat dan mengakibatkan terhambatnya kegiatan operasional perusahaan yang lain tertunda. Akibatnya aktivitas kerja di dalam perusahaan tersebut  mengalami kemacetan dan  sangat jelas berdampak merugikan perusahaan. Selain itu juga mengakibatkan  timbulnya karyawan tersebut menjadi merasa tidak dipercaya dan tida dapat   melakukan pekerjaan dalam melaksanakan tugas yang sebelumnya telah diserahkan kepadat.

Di karenakan pembagian  kerja dan pendelegasian wewenang itu sangat  penting. Penulis  melihat  hal tersebut merupakan masalah penting bagi kelangsungan  hidup organisasi   perusahaan, terutama bagi karyawa dalam menjalankan tugasnya dengan efektif.

Karena masalah  tersebut sangat penting bagi  pelaksanaan atau aktivitas kerja untuk mencapai tujuan perusahaan maka penulis tertarik meneliti masalah tersebut yang terjadi pada PT Bank Bukopin yaitu dengan judul “HUBUNGAN PEMBAGIAN KERJA DAN WEWENANG KARYAWAN TERHADAP PRESTASI KERJA PADA XYZ.”